BPP KAYU ARO GELAR REMBUG TANI ; Sosialisasi Juknis Baru Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026

KAYU ARO, ARUNIKANEWS,  – Balai Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Kayu Aro menggelar kegiatan "Rembug Tani" bertema Sosialisasi...

KAYU ARO, ARUNIKANEWS,  – Balai Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Kayu Aro menggelar kegiatan "Rembug Tani" bertema Sosialisasi Petunjuk Teknis Penyaluran Pupuk Bersubsidi kepada Petani. Kegiatan berlangsung di Aula BPP Kayu Aro, Rabu (15/07/2026) dan dihadiri pelaku utama pertanian se-Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Koordinator BPP Kayu Aro, Mega Mustika, S. Tr. P , menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait perubahan Petunjuk Teknis Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 nomor 32 dan Petunjuk Teknis Pengawalan Pupuk Bersubsidi Nomor 33 yang akan mulai berlaku 1 September 2026.

Narasumber :

1.  Yandi, SE. M. Si – Kasi Pupuk dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci

2.  Admi Munis, SP – Timker Penyuluh Pertanian Kementan wilayah Kabupaten Kerinci  

3.  Alfin Nur Ahsan – Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Jambi 3

4.  Ardian Destyawan – Pelaku Usaha Distribusi CV Amka Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh dan Ketua Harian DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Sungai Penuh

Peserta :

Penanggung jawab 4 Pengecer selaku Penerima pada Titik Serah PPTS Kecamatan Kayu Aro, Perwakilan kelompok tani dalam Kecamatan Kayu Aro, dan seluruh Penyuluh Pertanian Kecamatan Kayu Aro.

Poin Penting Hasil Sosialisasi

1. Penyaluran Wajib Tepat Sasaran Sesuai Regulasi dan Juknis

Kasi Pupuk dan Alsintan DTPH Kabupaten Kerinci, Yandi, SE, M. Si, menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi harus mengacu pada Perpres 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025.  

"Pupuk bersubsidi harus tepat sasaran, tepat penerima, dan sesuai peruntukan. Ada 10 komoditas strategis terkait ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan komoditas ekspor unggulan yang dapat meningkatkan devisa negara dan tentunya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

2. 10 Komoditas Prioritas Dapat Perhatian Khusus Pemerintah

Admi Munis, SP selaku Timker Penyuluh Pertanian Kementan Wilayah Kerinci menyebut 10 komoditas prioritas yaitu padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.  

"Komoditas ini mendapat akses pupuk subsidi agar harga terjangkau. Selain pupuk, petani juga mendapat dukungan alsintan dan irigasi. Tujuannya agar produktivitas naik, petani sejahtera, dan swasembada pangan nasional terjaga," jelasnya.

3. PT Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan di Gudang Penyangga

Alfin Nur Ahsan dari PT Pupuk Indonesia Wilayah Jambi 3 berkomitmen mendukung penuh program ketahanan pangan.  

"Kami menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang penyangga Kabupaten Kerinci sesuai penugasan pemerintah yang mengacu pada kuota alokasi dalam SK Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci. Hal ini untuk memastikan distribusi lancar sampai ke tangan petani sesuai aturan hukum dan pedoman teknis," tegasnya.

4. CV Amka Dorong Sinergi PPTS dengan Kelompok Tani  

Distributor CV Amka, Ardian Destyawan', menyatakan berkomitmen melakukan distribusi dari gudang penyangga PT Pupuk Indonesia hingga tersusun rapi digudang 4 PPTS di Kecamatan Kayu Aro 

"Kami mengimbau PPTS mengajukan penebusan lebih awal dan selalu menjaga ketersediaan pupuk untuk satu minggu kedepan serta membangun komunikasi dan sinergi bersama dengan petani dan kelompok tani. Tujuannya agar petani penerima manfaat terlayani dan pemanfaatan pupuk bersubsidi tepat penerima, tepat jumlah, tepat dosis dan tepat waktu sesuai musim tanam sehingga penyaluran tepat sasaran dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketahanan pangan nasional," katanya.

Penguatan 4 Pilar Tata Kelola Pupuk Bersubsidi

Rembug tani ini juga menegaskan pentingnya penguatan peran 4 pilar agar subsidi tepat sasaran:  

1.  Penyuluh Pertanian : Mendampingi kelompok tani dalam menyusun RDKK agar data sesuai kondisi riil di lapangan.  

2.  Admin eRDKK : Menginput data RDKK ke sistem eRDKK, melakukan perbaikan dan validasi agar usulan kelompok dapat ditebus.  

3.  Tim Verifikasi dan Validasi : Mengawal penyaluran agar tepat sasaran, tepat penerima, dan tepat jumlah dengan meneliti kebenaran dokumen bukti penyaluran sesuai SK Dirjen PSP Kementan.  

4.  Petani dan Kelompok Tani : Aktif berpartisipasi secara berkelompok tani dalam menyusun rencana tanam sesuai komoditas dan luas lahan yang usulkan dalam hasil rapat berupa RDKK, serta memanfaatkan pupuk subsidi secara optimal untuk peningkatan produksi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi serta tekad bersama antara PPTS, Perwakilan Kelompok Tani, Penyuluh, Distributor, PT Pupuk Indonesia, Timker dan Dinas TPH  untuk mengawal penyaluran pupuk bersubsidi di Kecamatan Kayu Aro agar berjalan lancar, transparan, dan bebas dari koreksi, maladministrasi maupun fraud. (NA)



Related

News 7693285684755642290

Terbaru

Hot in week

Komentar

Arsip Blog

item